Terpercik keinginan tuk mulai berbagi

Bismillah, semoga isi blog ini mencerminkan judul dari tulisan pertama Mamang di sini…🙂

Tadi Mamang baru saja melakukan blogwalking ke websitenya salah satu pengrajin yang bidang usahanya ga jauh dari bidang usaha Mamang. Hebat! Gitu kata Mamang melihat di websitenya isinya ga cuma jualannya dia saja, tapi banyak sharing pengetahuan dia tentang bidang usahanya.

Mamang juga mau waktu Mamang di dunia ini punya value, ga cuma nongol di infotainment sambil gandeng polisi ganteng (lho?), atau goyang-goyang dengan koreografi cuci-jemur di acara musik di tipi (ehem!), atau bebeakan jualan tapi ga ada nilai lebih yang didapat sama pelanggan Mamang.

Kenapa ga di twitter aja Mang? Kan di twitter juga suka sharing yang ga penting sampai bacanya harus sambil miring sampe kepala pusing tujuh keliling kaya habis makan daging kambing.. G AH, 140 krktr trllu mbtsi mmg dlm mbgi nlai n ilmu yg mw mmg bg, tuh kn ap kt mmg jg, ssh klo cm 140 krktr mah😛

Justru Mamang di sini juga pengen menceritakan di balik tweet-tweet Mamang yang menurut sebagian orang lucu jiga anak ucing, tapi kata sebagian lainnya garing kaya korong kapoe.

Kenapa sih Mang ga jualan doank aja gitu, pake harus ngetweet ga jelas gitu, kasian tetangga saya Mang ga bisa tidur gara-gara saya baca tweet Mamang sampe ngakak terkentut-kentut, jadi aja Gempa Bumi skala 5 Richter!!! Simple, kalo dari segi bisnis, orang yang hatinya senang pasti akan lebih mudah tertarik membeli, ya ga? Walau Mamang bukan lulusan fakultas ekonomi, tapi masa sih gini aja ga ngerti? Mikir atuh dek! Lagian masa kentutnya sampe gempa, makan apa atuh ari maneh? Curiga makan beuleum karbit..

Tapi, bukan cuma buat tujuan bisnis aja koq Mamang bikin tweet-tweet #GuyonGarut yang penomenal itu (PD aja lah, biarin salah nulis juga, lumrah buat orang Sunda mah hehe). Melalui guyonan sederhana yang aktual seperti itu, Mamang berharap bisa berinteraksi lebih dekat dengan para wargi follower @GuratGarut di manapun berada. Sudah mau 9 tahun Mamang merantau meninggalkan Garut, Mamang ingin sekali merasakan atmosfer kekerabatan warga Garut yang selalu dirindu, seperti rindunya Marwan kepada Mawar, dan rindunya Kimmy kepada Sule (hehehe).

Masih jauh dari cukup rasanya sumbangsih Mamang buat Garut tercinta ini, paling hanya tiap Lebaran bagi-bagi duit sama anak-anak Garut, itu juga karena emak-bapaknya pada ngancam mau nyumpahin Mamang jadi jomblo mulia kalo ga ngasih. Semulia-mulianya jomblo, tetap saja rasanya terhina, teu ngeunah asa keur modol aya nu ngecrik!

Hehe, sudah semakin menyimpang saja tulisan Mamang ini, sebelum semakin tersesat lebih baik kita akhiri tulisan pertama ini, namun tak lupa Mamang mengingatkan, tanya pada dirimu apa sumbangsih yang sudah kamu berikan pada kampung halamanmu tercinta dan orang-orangnya yang bersahaja?

Belum ada? Good, mari saling berbagi dan mengingatkan, bahwa setiap manusia sebetulnya mempunyai misi mulia untuk memberikan value atau nilai lebih bagi sekitarnya…

Salam Leuleupeutan, Geus dibaca kalahka nundutan😀

Categories: Sharing | Tags: , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Terpercik keinginan tuk mulai berbagi

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. Sukses terus ya mamang buat usahanya (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: