Posts Tagged With: visi

Milestone Pertama, dan Langkah Selanjutnya

Alhamdulillah, kemarin Mamang baru saja melaksanakan ibadah #bukabagasi yang ke-5 kalinya dalam sejarah. Lebih sepi pengunjung daripada waktu #bukabagasi yang ke-4, namun secara total penjualan justru lebih banyak. Lho koq bisa? Hahaha, soalnya sisanya merupakan penjualan sambil rehat di salah satu kafe. Enak juga ya kalo bisa kaya gitu terus jualannya, Mamang nunggu di kafe, yang mau beli pada datang ke kafe, Mamang bukain bagasi biar dia lihat-lihat barangnya, transaksi selesai. Mirip lah sama transaksi heroin mafia kelas atas, bahahaha.

Milestone yang Mamang targetkan adalah penjualan 100 kaos, yang direncanakan tercapai pada semester pertama Mamang turun jualan. Realisasinya? Wow, Alhamdulillah, dalam waktu 3 bulan 2 minggu, milestone itu berhasil dicapai, bahkan angkanya mencapai 120 kaos! Masa-masa kritis sepi order Alhamdulillah sudah lewat, dari grafik penjualan setiap #bukabagasi dilaksanakan sudah terlihat kestabilan jumlah penjualan, dan masih meningkat walau agak landai grafiknya.

Malah ngelamun, Mamang lagi nerima SCTV award dengan predikat tukang kaos paling ngetop. Lalu Mamang bacain daftar terimakasih, buat Allah SWT buat segala jalan dan kemudahan yang diberikan-Nya, orang tua Mamang, Ambu dan Abah Mamang hayang kawin (lho). Tak lupa untuk semua fans Mamang di manapun kalian berada, tanpa kalian Mamang tidak akan mungkin berdiri di sini (di Sukaregang, panas-panasan nungguin kaos ada yang lirik, hiks). Ibu Acin Musica Studio, Pak Yan Djuhana Sony Music, terimakasih buat lagu-lagunya yang Mamang download dari 4shared (lho lagi). Dan terakhir tapi tak kalah pentingnya, terimakasih buat Anisa Rahma (@AnisaChiBi) karena walaupun Mamang selalu godain dan becandain di twitter, tapi kamu tidak pernah marah atau merasa terusik (baca: gak pernah bales mention).

Ahahaha, ngelamunnya kejauhan. Balik lagi ke dunia nyata. Setelah milestone tercapai, ada beberapa langkah berikutnya yang sudah direncanakan untuk dijalankan.

Pertama, adalah bekerja sama dengan tempat usaha yang sudah jauh lebih terkenal. Kandidat? Cibiuk Resto, Pujasega, atau Astro (Asep Stroberi, bukan Astro TV :D). Cibiuk sudah membuka lebar pintu kerja sama, cuma Mamang kurang sreg karena kantornya ternyata di Bandung. Nantinya koordinasi akan susah kalau apa-apa harus urusan sama kantor Bandung, lagipula Mamang belum berencana menjual produk GuratGarut di semua cabang Cibiuk yang sudah tersebar di banyak kota, baru untuk daerah Garut saja dulu. Astro tempatnya representatif, ada spot khusus penjualan souvenir di sana, namun kelemahannya adalah lokasi yang terlalu jauh dari pusat kota, sehingga nanti calon pembeli dari kota Garut akan kesulitan menuju lokasi. Kandidat mengerucut ke Pujasega, ini adalah pusat penjualan oleh-oleh yang ramai diserbu wisatawan, cuma masih perlu dijajaki sistem kerjasama yang akan dijalani, serta apakah masih tersedia spot untuk GuratGarut masuk di sana.

Untuk urusan kerja sama dengan tempat usaha ini, Mamang sudah membuat company profile. Malah suka terharu euy ngetik company profile teh, terutama pas nulis bagian visi dan misi.

Visi GuratGarut yang paling utama adalah menyediakan souvenir khas Garut yang dapat dibanggakan untuk diberikan kepada keluarga, kerabat, maupun kolega bisnis. Hoho, kalau mau bisa dibanggakan tentunya kualitas yang utama, harga pun memang jadinya relatif tinggi untuk sebuah souvenir (walaupun jika dibandingkan dengan harga kaos distro online yang sudah terkenal, harga Mamang bahkan bisa setengahnya saja lho!). Jadinya kuping harus tebel pas jualan, harus biasa kalau denger pembeli bilang “ih mahal, biasa juga lima belas ribuan kaos mah”, yah dimaklum saja itu mah pembelinya biasa beli karung terigu kodian kayanya, hahaha.

Bicara soal misi, Mamang sudah pernah menyebutkan kalo GuratGarut mau jadi setara Dagadu Jogja atau Joger Bali, jadi kalau nanti wisatawan main ke Garut tuh rasanya kurang afdhol kalau pulang ga bawa kaos GuratGarut. Misi ini tentunya harus diperjuangkan, dan akan dipengaruhi juga oleh kondisi pariwisata dan keamanan kota Garut. Makanya, sekalian Mamang jadikan misi lain dari GuratGarut yaitu untuk sama-sama menjaga pariwisata kota Garut tetap jadi primadona. Caranya banyak, mulai dari sama-sama menjaga kebersihan lingkungan Garut, juga menjaga keamanan kota Garut. Contoh paling kongkret, yaitu kemarin sewaktu demo terhadap Bupati. Ga usah anarkis lah, yang rugi kita juga, sama itu juga tuh punten weh ieu mah, ulah ngaruntah sembari demo teh 😀

Langkah berikutnya yang Mamang rencanakan adalah dibukanya kesempatan untuk jadi Reseller bagi produk GuratGarut. Ide ini muncul setelah Mamang menganalisis jumlah penjualan di long weekend yang Alhamdulillah cukup tinggi, berbanding di hari biasa yang lebih sepi karena duma nunggu order dari internet. Mungkin kalau ada reseller yang aktif, penjualan bisa ditingkatkan lebih baik lagi.

Seperti gayus berambut, eh gayung bersambut, ada salah satu warga Garut yang menghubungi Mamang, berminat membeli kaos untuk dijual kembali. Sama Mamang teh diajak ngobrol dulu, dijelasin pait-paitnya jualan kaosnya Mamang. Mamang ga mau orang beli dulu kaosnya baru dijual lagi, kasihan kalo ada sisa, soalnya jualan kaos mah suka ada sisa di ukuran-ukuran kaos yang jarang dibeli. Lebih baik bagi Mamang, sistemnya adalah komisi, jadi reseller menyimpan sejumlah deposit (uang jaminan, minimal disimpan 3 bulan, setelah itu jika reseller mau berhenti, deposit dikembalikan utuh) seharga kaos yang diambil untuk dijual kembali dengan harga yang ditentukan sama Mamang. Nantinya kaos-kaos yang tidak laku, boleh ditukarkan dengan kaos lain, misalkan ada desain baru atau kaos lama tapi butuh ukuran yang lain. Sistem komisi progresif akan diterapkan berdasarkan penjualan bulanan yang berhasil dicapai.

Hehehe, kalau dijelaskan di sini mah bakal panjang ceritanya. Karena banyak yang harus diselaraskan juga mengenai visi, misi, dan penjagaan citra yang harus dijalankan. Maklum kalau jualan seperti ini, paling susah itu adalah menjaga nama. Pokoknya kalau yang berminat jadi Reseller kaos Mamang, sok lah follow twitter Mamang @GuratGarut, nanti kita komunikasi lebih lanjut di sana. Atau boleh juga via email GuratGarut@gmail.com atau Yahoo Messenger Mamang di GuratGarut@yahoo.com nanti kita ngobrol-ngobrol dulu. Owkeh?

Advertisements
Categories: Sharing | Tags: , , , , , , , , | 2 Comments

Terpercik keinginan tuk mulai berbagi

Bismillah, semoga isi blog ini mencerminkan judul dari tulisan pertama Mamang di sini… 🙂

Tadi Mamang baru saja melakukan blogwalking ke websitenya salah satu pengrajin yang bidang usahanya ga jauh dari bidang usaha Mamang. Hebat! Gitu kata Mamang melihat di websitenya isinya ga cuma jualannya dia saja, tapi banyak sharing pengetahuan dia tentang bidang usahanya.

Mamang juga mau waktu Mamang di dunia ini punya value, ga cuma nongol di infotainment sambil gandeng polisi ganteng (lho?), atau goyang-goyang dengan koreografi cuci-jemur di acara musik di tipi (ehem!), atau bebeakan jualan tapi ga ada nilai lebih yang didapat sama pelanggan Mamang.

Kenapa ga di twitter aja Mang? Kan di twitter juga suka sharing yang ga penting sampai bacanya harus sambil miring sampe kepala pusing tujuh keliling kaya habis makan daging kambing.. G AH, 140 krktr trllu mbtsi mmg dlm mbgi nlai n ilmu yg mw mmg bg, tuh kn ap kt mmg jg, ssh klo cm 140 krktr mah 😛

Justru Mamang di sini juga pengen menceritakan di balik tweet-tweet Mamang yang menurut sebagian orang lucu jiga anak ucing, tapi kata sebagian lainnya garing kaya korong kapoe.

Kenapa sih Mang ga jualan doank aja gitu, pake harus ngetweet ga jelas gitu, kasian tetangga saya Mang ga bisa tidur gara-gara saya baca tweet Mamang sampe ngakak terkentut-kentut, jadi aja Gempa Bumi skala 5 Richter!!! Simple, kalo dari segi bisnis, orang yang hatinya senang pasti akan lebih mudah tertarik membeli, ya ga? Walau Mamang bukan lulusan fakultas ekonomi, tapi masa sih gini aja ga ngerti? Mikir atuh dek! Lagian masa kentutnya sampe gempa, makan apa atuh ari maneh? Curiga makan beuleum karbit..

Tapi, bukan cuma buat tujuan bisnis aja koq Mamang bikin tweet-tweet #GuyonGarut yang penomenal itu (PD aja lah, biarin salah nulis juga, lumrah buat orang Sunda mah hehe). Melalui guyonan sederhana yang aktual seperti itu, Mamang berharap bisa berinteraksi lebih dekat dengan para wargi follower @GuratGarut di manapun berada. Sudah mau 9 tahun Mamang merantau meninggalkan Garut, Mamang ingin sekali merasakan atmosfer kekerabatan warga Garut yang selalu dirindu, seperti rindunya Marwan kepada Mawar, dan rindunya Kimmy kepada Sule (hehehe).

Masih jauh dari cukup rasanya sumbangsih Mamang buat Garut tercinta ini, paling hanya tiap Lebaran bagi-bagi duit sama anak-anak Garut, itu juga karena emak-bapaknya pada ngancam mau nyumpahin Mamang jadi jomblo mulia kalo ga ngasih. Semulia-mulianya jomblo, tetap saja rasanya terhina, teu ngeunah asa keur modol aya nu ngecrik!

Hehe, sudah semakin menyimpang saja tulisan Mamang ini, sebelum semakin tersesat lebih baik kita akhiri tulisan pertama ini, namun tak lupa Mamang mengingatkan, tanya pada dirimu apa sumbangsih yang sudah kamu berikan pada kampung halamanmu tercinta dan orang-orangnya yang bersahaja?

Belum ada? Good, mari saling berbagi dan mengingatkan, bahwa setiap manusia sebetulnya mempunyai misi mulia untuk memberikan value atau nilai lebih bagi sekitarnya…

Salam Leuleupeutan, Geus dibaca kalahka nundutan 😀

Categories: Sharing | Tags: , | 2 Comments

Blog at WordPress.com.